My Journal

Archive for April 2009

Lanjutan dari posting sebelumnya

*Dengue Tak Selalu DBD*

PENYAKIT demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok tiap tahun. Dalam
kurun waktu lima tahun terakhir, penyakit ini berendemi cukup luas di hampir
seluruh daerah di Indonesia, khususnya di perkotaan.

Demam berdarah yang berkembang pesat di daerah tropis bisa menyerang siapa
saja.Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa menjadi korban. Data
Departemen Kesehatan menunjukkan, selama lima tahun terakhir, rata-rata tiap
tahun 61 ribu orang menjadi korban dan 800 orang di antaranya meninggal
dunia.

Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 17,73 persen dari jumlah kasus yang ada
adalah usia balita. Data terakhir yang cukup memprihatinkan diperoleh dari
Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yang menyebutkan hingga April 2007, jumlah
pasien demam berdarah sejak Januari 2007 mencapai 11.094 dengan angka
kematian 42 orang. Meningkat cukup signifikan dibandingkan data Januari 2007
yang mencapai 2.459 pasien, dengan korban kematian delapan orang.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Jakarta (IDAI Jaya) dr Badriul
Hegar SpA(K) mengatakan, demam merupakan gejala klinis yang sering membuat
orangtua cemas dan menginginkan keluhan terebut diatasi segera. Namun, tata
laksana demam pada anak tidak sama seperti orang dewasa. Karena itu,
diperlukan pemahaman penanganan demam tidak saja oleh para tenaga medis,
juga oleh orangtua.

Dia juga mengungkapkan keprihatinan dengan banyaknya kasus DBD di wilayah
DKI Jakarta hingga merenggut nyawa beberapa anak. Kasus demam berdarah
dengue tampaknya merupakan kasus yang dapat ditemui sepanjang tahun, dengan
manifestasi klinis yang tidak spesifik.

“Di satu pihak, kami tidak ingin terlambat memberikan pengobatan. Namun, di
lain pihak, kami juga tidak boleh memberikan tata laksana yang berlebihan.
Karena itu, diperlukan pemahaman dan kewaspadaan dalam menghadapi
kasus-kasus yang dicurigai demam berdarah,” ujar Badriul dalam pertemuan
ilmiah dengan topik “Tata Laksana Demam dan Demam Berdarah Dengue pada
Anak”.

Sementara itu, dr H Hindra Irawan SpA (K) MTrop Paed dari Departemen Ilmu
Kesehatan Anak FKUI-RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan, infeksi
virus dengue tidak selalu menyebabkan demam berdarah dengue. Bisa saja,
akibat dari infeksi virus tersebut hanya demam dengue. Sebab itu, perlu
dipahami perbedaan dari demam dengue dan demam berdarah dengue. Apa saja
perbedaannya?

Gejala yang dialami anak dengan demam dengue relatif lebih ringan
dibandingkan demam berdarah dengue. Meskipun anak terlihat kemerahan dan
lemas, tidak sampai terjadi pendarahan. “Sementara, jika sudah terjangkit
demam berdarah dengue, biasanya telah terjadi kebocoran pembuluh darah. Hal
ini dapat menyebabkan anak shock,” ujar Hindra.

Biasanya*, fase kritis untuk demam berdarah dengue dialami anak pada hari
keempat hingga kelima, dengan tubuh dingin. Padahal, pada hari pertama
hingga ketiga, anak mengalami demam tinggi. Pada fase kritis tersebut,
biasanya anak juga tidak mau bangun, tidur terus, tidak mau makan, serta
kaki dan tangan dingin disertai sakit perut.
*
“Jika gejala tersebut dialami anak, harus diwaspadai anak menderita demam
berdarah dengue,” papar Hindra, yang meraih gelar Master of Tropical
Paediatrics di University Liverpool, Inggris. Jika anak terbukti terjangkit
demam berdarah, yang harus dihindari ialah shock yang tidak teratasi dalam
satu jam, shock berulang, shock dengan pendarahan hebat, dan shock dengan
penyulit, seperti gagal napas, gagal jantung, gagal ginjal, kejang. Apabila
keadaan tersebut ditemukan pada anak, anak harus segera ditangani di ruang
intensive care unit (ICU).

*Langkah Tepat Tangani Demam*

Orangtua biasanya langsung memberikan obat penurun panas begitu anak mereka
demam. Ternyata cara ini tak selamanya diperlukan sepanjang suhu tubuh anak
tidak lebih dari 38ŗ Celsius dan anak masih terlihat ceria.

*Mengingat, demam diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh saat terjadi
infeksi. Pemberian **obat** penurun panas terlalu sering justru
dikhawatirkan bisa berdampak negatif. Menurut dr Alan Tumbelaka SpA(K),
salah satu jenis obat yang cukup lama digunakan dan relatif aman ialah
parasetamol.* Sementara, penggunaan beberapa obat antidemam lainnya, yakni
golongan asam asetilsalisilat (ASA) dan ibuprofen, perlu mendapat perhatian,
terutama pada keadaan tertentu.

“Pada dasarnya, penggunaan antidemam atau antipiretik pada anak harus
memperhatikan indikasi, kontraindikasi, dan toksisitas,” tandas Alan.
Sementara itu, Dr H Hindra Irawan SpA(K) MTrop Paed menegaskan, saat wabah
demam dengue, apabila anak menderita demam selama tiga hari berturut-turut
dengan suhu mendadak tinggi, nyeri otot, mata kemerahan, badan lemas,
diikuti gejala nyeri di ulu hati, anak harus diperiksakan ke dokter. Selain
itu, melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan infeksi dengue atau bukan.

“Bila diperlukan obat antidemam, parasetamol cukup aman diberikan untuk
demam dengue. *Hal ini harus diikuti dengan asupan cairan yang cukup*, yaitu
oralit, jus buah, susu, dan lain-lainnya,” tegas pria kelahiran Tokyo,10
Juni 1954,tersebut.

Sebuah riset independen terkini mengungkapkan bahwa konsumsi antidemam yang
mengandung asam asetilsalisila pada anak di wilayah perkotaan di Indonesia
masih cukup tinggi. WHO menyebutkan bahwa parasetamol merupakan
obatantidemam yang relatif aman digunakan pada demam dengue.

Sementara, asam asetilsalisilat atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
tidak dilanjutkan pada demam dengue. Menurut Hindra, *parasetamol dapat
diberikan kepada anak pada fase demam sebanyak 10 mg/kg/dosis selang empat
jam. Sementara itu, ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan
jumlah trombosit menurun dan merangsang lambung. *
(ririn sjafriani/SINDO/mbs)

Advertisements

Maafkan atas format tulisan yg amburadul..
dikopi utuh dari milis sehat@yahoogroups

Tanya-Jawab tentang Demam Dengue

Apa yang dimaksud Demam Dengue?

Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk demam.

Kadang-kadang pasien yang menderita dengue akan mengalami perdarahan.

Daerah-daerah perdarahan yang umum terjadi adalah di hidung, gusi atau
kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam seperti kopi dan juga
tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya perdarahan pada pencernaan yang
serius. Pasien dengue yang disertai dengan perdarahan disebut

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah. Terkadang penderita
dengue akan mengalami shock; ini disebut DSS  (Dengue Shock Syndrome).

Kapan kita mencurigai Dengue?

Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak.

Demam tinggi sekitar 103-105 ĀŗF atau 39-40 ĀŗC yang disertai sakit kepala
hebat

(umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak
merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan terjadi selama 5-7 hari.

Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari
berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda-tanda di atas terkadang tidak
timbul pada penderita. Pasien merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.

Ada bermacam tipe demam, kapan harus mencurigai Dengue?

Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di
belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Dari
tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena Dengue.

Rasa sangat nyeri pada sendi yang disebabkan oleh demam Dengue itulah yang
menjadikan alasan demam Dengue disebut juga Demam Patah-Tulang.

Bagaimana seseorang dapat terkena Demam Dengue?

Demam Dengue terjadi setelah seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti yang
terinfeksi. Nyamuk jenis ini mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan
kakinya yang mudah dikenal orang biasa. Nyamuk ini berkembang biak di air
yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 ā€” 200 meter. Nyamuk
mendapatkan virus dengue setelah menggigit orang yang terinfeksi virus
dengue.

Dapatkah saya tertular demam dengue langsung dari orang lain?

Demam dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang. Demam dengue
hanya menular melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.

Kapan gejala dengue timbul setelah terkena infeksi?

Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, virus akan berkembang biak

(memperbanyak diri) di dalam kelenjar limfa. Gejala akan timbul setelah
virus memperbanyak diri. Hal ini terjadi sekitar 4-6 hari (rata-rata)
setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia.

Dapatkah seseorang menderita dengue tanpa gejala?

Dapat. Ada banyak orang yang terinfeksi oleh virus tetapi tidak menunjukkan
tanda atau gejala mengalami penyakit. Untuk setiap pasien yang mengalami
tanda dan gejala terinfeksi virus dengue, mungkin terdapat 4 ā€” 5 orang
lain yang tidak mengalami, atau mengalami gejala yang ringan saja.

Bagaimana pengobatannya? Dapatkah disembuhkan?

*Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus untuk demam
dengue.* *Antibiotik tidak dapat membantu.* Paracetamol (yang dapat dibeli
tanpa resep) adalah obat pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit
sendi. Obat lain seperti *Aspirin dan Ibuprofen harus dihindari karena bisa
meningkatkan resiko perdarahan.* Dokter harus hati-hati ketika memberikan
resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus dihindari.

Dapatkah dengue menjadi berbahaya?

Infeksi dapat menjadi berbahaya jika mengakibatkan kerusakan pada dinding
pembuluh darah. Kerusakan dimulai dari meningkatnya permeabilitas dinding
pembuluh darah, yang mengakibatkan merembesnya cairan darah/ plasma menuju
berbagai organ, sampai dengan pecahnya pembuluh darah yang berakibat
timbulnya perdarahan. Tanda dan gejala Demam Dengue Berdarah dan Sindrom

Shock Dengue berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah dan kelainan fungsi
dari komponen pembeku dalam darah.

Dapatkah orang meninggal karena demam dengue?

Orang yang menderita demam dengue tidak punya resiko meninggal tetapi
beberapa dari demam ini yang telah berlanjut menjadi Demam Berdarah (DHF)
atau Shock (DSS) dapat mengakibatkan meninggal. Dengan penanganan yang baik
penderita DHF dan DSS bisa diatasi dan bisa disembuhkan. Penanganan yang
baik dan tepat waktu (dini) dapat menyelamatkan banyak jiwa.

*Kapan harusnya pasien demam Dengue pergi ke rumah sakit atau konsul ke
dokter?*

Umumnya perkembangan ke arah dengue hemorrhagic atau dengue shock syndrome
terjadi setelah *3-5 hari mengalami demam. Pada saat itu, biasanya demam
menurun*. Hal ini dapat mengecoh kita yang menyangka bahwa penyakit tersebut
menuju kesembuhan. Sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya yang
memerlukan kewaspadaan bagi petugas yang merawat.

Tanda dan gejala yang harus diperhatikan adalah sakit perut yang hebat,
muntah terus menerus, perdarahan di kulit yang tampak berupa bercak kecil
merah atau keunguan, hidung berdarah, gusi berdarah, tinja berwarna hitam
seperti arang. Bawa segera penderita ke rumah sakit jika ada *dua gejala
utama di atas yaitu nyeri di dalam perut dan adanya muntah-muntah yang
berkepanjangan*. Biasanya akan terlambat jika kita menunggu sampai terjadi
perdarahan. Jenis dengue yang paling berbahaya adalah sindrom DSS (Dengue
Shock Syndrome). Tanda tandanya adalah rasa sangat haus, kulit pucat dan
dingin (karena tekanan darah sangat rendah), gelisah dan lemah.

Apakah ada vaksin untuk mencegah demam dengue?

Sejenis vaksin telah dibuat untuk mencegah demam dengue tetapi masih dalam
tahap uji coba. Saat ini belum dipasarkan. Kemajuan teknologi akan membantu
mencegah demam dengue dengan vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan.

Apakah ada efek jangka panjang dari demam dengue?

Kebanyakan penderita demam dengue sembuh dalam waktu 1-2 minggu.

Sebagian penderita akan merasa lelah untuk beberapa minggu. Namun, jika
gejala masih menetap setelah masa tersebut, agar menghubungi dokter.

Dimana biasanya nyamuk penyebar dengue hidup?

Kebanyakan nyamuk Aedes aegypti hidup *di dalam rumah, di kloset, dan di
tempat-tempat yang gelap.* Di luar rumah nyamuk tersebut akan hidup di
tempat yang dingin dan terlindung matahari. Nyamuk betina akan bertelur di
dalam air yang tergenang di dalam dan sekitar rumah dan daerah pemukiman
lain. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva dan kemudian berubah
menjadi bentuk dewasa dalam 10 hari.

Bagaimana mengurangi berkembang biaknya nyamuk?

Nyamuk dengue berkembang biak dalam air yang tergenang dan terbuka.

Tempat yang cocok untuk berkembang biak adalah tong, drum, pot, baskom,
ember, vas bunga, batang/daun tanaman, bekas piring, tangki, botol buangan,
kaleng, ban bekas, air pendingin, dll. Mencegah nyamuk agar tidak berkembang
biak, alirkan air keluar dari penampung AC window, bak air, tong, dll. Buang
semua benda-benda yang dapat menampung air (seperti bekas tanaman, dll) dari
rumah dansekitarnya. Kumpulkan dan hancurkan benda-benda yang dapat
menampung air seperti botol-botol, tempat plastik, kaleng, ban bekas, dll.
Jika tidak mungkin membuang air atau tidak dapat menutupnya dengan sempurna,
gunakan TEMEPHOS, sejenis insektisida, (dengan merek dagang Abate) 1 ppm
(persejuta bagian) sesuai petunjuk setempat untuk mencegah larva berkembang
menjadi dewasa.

Bagaimana mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dengue?

Kita tidak bisa membedakan apakah nyamuk itu mengandung virus dengue atau
tidak. Karena itu setiap orang harus melindungi dirinya dari gigitan nyamuk.
*Nyamuk dengue menggigit manusia pada siang hari. *

Keseringannya adalah pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum
matahari terbenam.

Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar tidak digigit nyamuk.
Oleskan anti gigitan nyamuk ā€” hati-hati menggunakannya pada anak-anak dan
orang tua. Alat-alat lainnya seperti coils, alas berlistrik pengusir nyamuk
juga dapat digunakan pada siang hari. Gunakan kelambu untuk melindungi
anak-anak, orang tua dan yang tidur di siang hari. Manfaat kelambu dapat
ditingkatkan dengan memberi insektisida pyrethroid (permethrin). Kelambu
seperti ini banyak digunakan dalam pencegahan penyakit malaria.

*Adakah nasihat bagi penderita demam dengue untuk mencegah penyebaran kepada
orang lain?*

Penyebaran dengue dapat terjadi dari pasien ke orang lain melalui gigitan
nyamuk. Pasien harus dilindungi dari gigitan nyamuk. Ini dapat dilakukan
dengan melindungi pasien menggunakan kelambu. Anti gigitan nyamuk
(repellents) yang efektif dapat mencegah pasien digigit nyamuk sehingga
nyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit ke orang lain.

Apakah yang harus dilakukan dokter untuk menangani dengue?

Pasien yang diduga terkena demam dengue berdarah atau dengue shock syndrome
harus segera dirawat di rumah sakit, jangan ditunda.

Apakah yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dengue?

Sebenarnya, masyarakatlah adalah kunci dalam pencegahan Dengue. Sebagaimana
disebutkan di atas, pencegahan dengue sangat ditentukan oleh mencegah nyamuk
Aedes aegypti menyebarkan dengue dari tempat berkembang biak di dalam dan di
sekitar rumah. Setiap rumah dapat melakukan pencegahan dengan cara sangat
sederhana yaitu mencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat
berkembang biak Aedes aegypti dengan mengalirkan air keluar dari berbagai
wadah, dengan secara teratur mengganti air dan membersihkan vase bunga dan
benda-benda lainnya, atau benda yang tak berguna dihancurkan/dibuang
jauh-jauh. Karena nyamuk tidak dapat terbang jauh, ā€?pembersihan rumahā€?
oleh semua anggota masyarakat akan meniadakan tempat berkembang biak nyamuk,
sehingga mencegah terjadinya dengue.

Strategi utama dalam mencegah dan mengendalikan dengue adalah meniadakan
sumbernya? atau meniadakan tempat berkembang biak nyamuk.

Dalam keadaan terjadi ledakan atau epidemi dengue, apa siasat kita?

Pencegahan tempat bersarangnya nyamuk tetap merupakan keutamaan.

Namun untuk menghentikan atau memperlambat terjadinya penyebaran dapat
dibantu dengan thermal fogging menggunakan mesin semprot (fogging).

Dalam fogging kita dapat menggunakan insektisida yang mampu segera membunuh
nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan setelah terjadinya epidemi, kegiatan
ini sudah terlambat. Fogging akan efektif jika dilakukan setiap 3- 4 hari.
Ini mahal dan memakan waktu banyak. Karena itu upaya yang dilakukan oleh
masyarakat, untuk masyarakat, untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk akan
jauh lebih murah dan efektif dari pada pemberantasan nyamuk (fogging)
sewaktu timbul ledakan.