My Journal

Archive for October 2007

Dari zig ziglar
Winning is not everything, but the effort to win is

Success means doing the best we can with what we
have. Success is the doing, not the getting — in the trying, not the
triumph, Success is a personal standard — reaching for the highest
that is in us — becoming all that we can be. If we do our best, we are
a success. Success is the maximum utilization of the ability that you
have

Dari haikal:

“zzZZzzZZ..”

Advertisements

Kelola Energi Anda !


“Energilah faktor utama tingginya kinerja, bukan waktu”

-Jim Loehr & Tony Schwartz, penulis “The Power of Full Engagement”-

Saya sering menjumpai orang yang merasa bangga sekaligus memelas
terkait dengan ketergantungannya pada jam kerja yang berlebihan. Orang
ini tampaknya bermasalah dengan waktu, tapi lebih-lebih sebenarnya
mereka punya masalah dengan energinya.

Dari mereka, ada yang berkomentar, “Waduh, kalau tidak ngelembur, pasti
pekerjaan saya tidak bakal beres.” Komentar kain, “Namanya juga kerja
di perusahaan kami, kalau enggak lembur, rasanya belum jadi karyawan
yang sesungguhnya” atau ” Kalau enggak pukul sembilan malam, belum bisa
pulang. Kadang Sabtu dan Minggu juga masuk kantor.”

Memang, tidak ada yang mampu menghentikan waktu. Sementara itu, banyak
orang yang terobsesi dengan waktu sebagai tolok ukur produktivitas.
Seolah-olah orang yang sudah menghabiskan banyak waktu, dengan
sendirinya dinilai sebagai orang produktif.

Inilah salah kaprah yang banyak terjadi dalam konteks ‘bekerja’
sekarang. Orang berlomba-lomba mengelola waktu. Padahal, yang
sebenarnya fundamental adalah mengelola energi untuk bekerja.

Ada kisah menarik. Seorang manajer perempuan terbiasa bekerja hingga
larut malam. Biasanya, dia baru hengkang dari kantor pukul sembilan
atau 10 malam. Bisa jadi, dia adalah orang yang gila kerja
(workalholic) . Kebiasaan ini dia bawa sampai ketika menikah.

Suaminya pun sempat melayangkan ultimatum. “Kamu pilih kerja atau
keluargamu? Kalau kamu tetap pulang selarut itu, lebih baik kamu
berhenti bekerja! Toh penghasilan saya bisa lebih dari cukup buat
menghidupi kamu. Saya ijinkan kamu bekerja maksimal sampai pukul enam
sore. Sadarlah, keluarga kamu membutuhkanmu, ” keluh suaminya.

Perempuan karir itu pun akhirnya mendengarkan opini suaminya. Akhirnya,
dia mengaku, sejak mendapat ultimatum itu dia berusaha menata dan
mengatur lagi energinya dalam bekerja. Dia merasa tidak lagi
membuang-buang energi untuk suatu yang sia-sia.

Dia bercerita, sudah hampir 1,5 tahun bisa pulang ke rumah on time!
Malah, bisa pulang dan menyelesaikan pekerjaan sebelum pukul enam sore.
Dia pun merasa punya banyak waktu buat keluarga. Mereka pun bahagia.

Nah, dalam mengelola energi, prinsipnya bukan berapa banyak waktu yang
dihabiskan. Tetapi, berapa banyak energi yang dicurahkan dalam
mengerjakan sesuatu pekerjaan.

Jadi, seorang yang bekerja dua jam saja tetapi dengan energi 100%. Itu
sama efektifnya dengan mereka yang bekerja empat jam, tetapi hanya
mempunyai energi 50%.

Artinya, lamanya waktu bekerja tidak selalu berbanding lurus dengan
produktivitas kerja. Waktu lama tidak identik dengan kerja produktif.
Karena itu, tantangannya adalah bagaimana dengan waktu terbatas, orang
mampu mengerjakan banyak hal sesuai target dan dikerjakan dengan sebaik
mungkin. Pada titik inilah, manajemen energi menjadi penting. Orang
mampu bekerja baik jika mempunyai energi yang berlimpah. Bekerja dengan
total energi, itulah kuncinya.

3 Tips penting…

Ada tiga tips penting untuk mengelola energi ini. Hal ini
diinspirasikan dari jawaban atas pertanyaan yang banyak muncul dalam
workshop Kecerdasan Emosional yang saya fasilitasi.

Yakni, pertama, menghindari banyaknya kebocoran emosi. Kebocoran emosi
terjadi bila hati kita tinggal separuh saat mengerjakan tugas. Kita
bekerja dengan setengah hati. Inilah yang terjadi saat tubuh
beraktivitas, tetapi pikiran dan hati kita melayang ke tempat lain.
Akibatnya, kita tidak bisa fokus bekerja. Pekerjaan yang dikerjakan
dengan semangat setengah-setengah juga akan menghasilkan buah yang
setengah-setengah juga. Banyak eksekutif sukses karena kemampuan mereka
mengatasi kebocoran emosi ini. Mereka bekerja dengan hati, pikiran, dan
raga yang total ‘hadir’ berada di tempat dia bekerja. Dalam pepatah
Latin disebut Age Quod Agis, bekerja dengan totalitas penuh!

Kedua, kemampuan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan. Sifat
menunda-nunda pekerjaan (procrastination) merupakan kebiasaan yang bisa
menghabiskan banyak energi kerja kita. Setelah ditunda, justru
pekerjaan akan semakin susah diselesaikan. Pekerjaan lain menyusul dan
akhirnya menumpuk. Bahkan, orang yang cenderung menunda pekerjaan
justru akhirnya tidak mengerjakan apa-apa. Dalam bukunya Eat the Frog,
Brian Trcay menyarankan justru pekerjaan yang sulit (diibaratkan
seperti katak paling besar dan jelek) yang harus ditangani dulu,
sehingga pekerjaan yang sulit menjadi lebih mudah diselesaikan.

Kita dituntut mampu membuat prioritas pekerjaan. Semakin sulit dan
menyebalkan, sebaiknya ditangani dulu. Sebab kalau tidak, mungkin
akhirnya tidak akan pernah kita sentuh lagi.

Ketiga, tidak menunggu waktu yang tepat untuk memulai. Banyak orang
menunda dan mempersiapkan pekerjaan secara bertele-tele. Mereka
menunggu mood datang. Padahal datangnya mood tidak bisa ditebak. Tidak
ada waktu yang tepat selain memaksa untuk memulainya. Kalaupun tidak
merasa nyaman, mulailah dengan standar rendah dengan mencoba membuat
draft terlebih dahulu. Perlahan-lahan barulah dipoles menjadi sempurna.

Kita belajar dari seorang penulis. Seorang penulis tidak bisa disebut
penulis jika tidak menulis. Tulisan tidak bakal jadi, jika tidak mulai
menulis. Penulis yang hanya menunggu mood, tidak akan produktif
menghasilkan tulisan. Harus ada disiplin. Di sini, diperlukan sikap
contra agere, melawan kencenderungan negatif. Kalau cenderung menunda
pekerjaan, lawanlah dengan mengerjakannya dengan total.

Team, alangkah nyamannya kalau dengan waktu yang relatif singkat, kita
mampu menyelesaikan banyak hal dari pekerjaan kita. Bayangkan
seandainya kita mampu mulai mengelola energi kita dengan baik. Selain
pekerjaan kita selesai, kita juga punya waktu untuk keluarga dan
kehidupan pribadi kita. Mengertikah Anda sekarang, mengapa pengelolaan
energi adalah pegelolaan atas kualitas hidup kita? Sekali lagi,
kualitas hidup Anda tergantung dari energi yang Anda kelola!

Sumber: Kelola Energi Anda! oleh Anthony Dio Martin ..

-Jens Lehmann Inc.-

[dapet dari milis..]

Awalnya dapet imel dari milis cfbe ini..

http://groups.yahoo.com/group/cfbe/message/30527

karena kelihatannya menarik, saya telusuri hingga ke

http://dedidwitagama.wordpress.com

di sini saya menemukan bahwa para guru smk3 ini juga nge-blog. Salut!!!

http://dedidwitagama.wordpress.com/2007/10/02/blog-guru-smk-3-jakarta/

Yang ini agregat nya blog dari pengajar SMK TI Airlangga, Samarinda.. Cool!!!

http://www.smka.blogspot.com/

baca-baca postingan lainnya, nemu ini juga

http://www.ccde.or.id/

Ternyata lembaga yg bergerak di bidang pengembangan SDM, lokasi Aceh, khusus untuk Perempuan.
CCDE ini rupanya partner dari hivos, http://www.hivos.nl yg berpusat di Netherland

Btw emangnya ngapain sih nge-blog? Buat apa??
Untuk jawaban dari pertanyaan ini, saya paling suka jawaban dari page ini

http://www.webmasterview.com/blogging/why_blog

..never forgetting a thought again and improving on their thoughts with little or no effort.For some blogging will be like a diary: a historical record of their thoughts at a moment in time.For others it’ll be like speed-networking. You get to know people in a shallow way and then develop a relationship.

Naah.. klo proses improvement ini juga diikutin oleh para guru-guru kita.. boleh banget deh optimis untuk Indonesia yang lebih baik .. segitu dulu ya… πŸ˜‰

http://klikpebisnis.blogspot.com/2007/05/profil-indonesian-entrepreneur-society.html

Jelas, Indonesia bisa lebih maju klo wirausahawannya menjamur.. daripada semuanya ndaftar pns…

Dunno where to go? Need some challenge? Looking for beautiful places for spending your holiday..? Give this one a try. Get prepared for your stamina πŸ˜‰

scenery from kalimati camp
(source:http://photogallery.indobackpacker.com/main.php?g2_itemId=790)

Really wish to be there, someday 😐

Ayo! Cutinya kan udah kelar. Get back 2 work πŸ˜‰

The following is a writing about Lucene, written in sept ’05, when I still do some code that uses lucene
——— ——— ——— ——— ——— ——— ——— ———

Lucene, an Introduction

[What is Lucene?]
Lucene is java based text search engine library provides powerful indexing and querying features. This library is not a ready to use tool which you can put the jar into your classpath and use it right away (like log4j). We still have to write some code in order to use lucene.

[What to write?]
There are two parts of code we need to write to make our application become search enabled. The first part, create index of data on which we want to provide the search facility. FYI, this index work as inverted index which means it contains token of all document, and for each token it has information in which document this token has occurence. In other word, it doesn’t say: “Document A1 contains token ax, ay, and az”, but it says “token ax has occurence in document A1, A2, and A3”.

The second part, querying into the index using lucene query features. Either programmatically by API or by querying using lucene query syntax.

[The Components]

The following are buzz words in lucene-related talks, so understanding these terms will helps in getting clear in knowing what lucene is.

In indexing part, we have:

[1] IndexWriter
The purpose of this class is to give write access to lucene index. It has functionality to create index, add lucene Document to index, and optimize index.

[2] Directory
Directory is representation of physical lucene index files. Any operation accessing index will go through this class. For example, this class is supplied as constructor argument of IndexWriter, IndexSearcher, and as argument for IndexReader’s static method IndexReader.open(). This is an abstract class which has two concrete implementation, FSDirectory for File Systems based index, and RAMDirectory for in-memory based index.

[3] Analyzer
An analyzer is an encapsulation of the analysis process. An analyzer tokenizes text by performing any number of operations on it, which could include extracting words, discarding punctuation, removing accents from characters, lowercasing (also called normalizing), removing common words, reducing words to a root form (stemming), or changing words into the basic form. This process is also called tokenization, and the chunks of text pulled from a stream of text are called tokens. Tokens, combined with their associated field name, are terms.

[4] Document
Document is a logical way on how Lucene organize collection of information. It represent a single unit of information. For example, indexing customer database will resulting a number of Lucene Document, where each document represents a customer. Later on, document also have collection of field, pairs of key/value for storing the information itself.

[5] Field
Field represent fields in document to store data. In our example, each customer Document can have field name, email, address, etc. There are different types of Field we can use based on how the field store data. Field can have its data being: – indexed : if yes, we can search on it, otherwise we can’t, we just store data without being able to search on this field. – stored : if yes, we can retrieve data from Document for later use, otherwise, we can only search on it without access to the content within document. – analyzed/tokenized : if yes, the text is processed/tokenized into terms, otherwise store them as is.

Then, there are four type of Field provided by Lucene API:

  • Keyword : +indexed +stored -analyzed; suitable for data which doesn’t need tokenization. E.g.: Telephone number, email, etc.
  • UnIndexed: -indexed +stored -analyzed; is not searchable, suitable to be displayed in search result. E.g.: label, tag, nick, etc.
  • UnStored : +indexed -stored +analyzed; opposite of UnIndexed, suitable for indexing large amount of text where we want this text to be searchable without storing them in index.
  • Text : +indexed +-stored +analyzed; indexed and analyzed, is stored if the source is String, otherwise if the source is Reader, it is not stored.

In searching part, we have:

[1] IndexSearcher
IndexSearcher is the object we use to search on index. It opens the index in a read-only mode, and search on it. the simplest use of IndexSearcher is taking a single Query object as a parameter and returns a Hits object.

[2] Term and Query
Term is basic unit criteria for searching, consists of pair key/value. Just like field object. Query is an abstract class with several concrete class represent -as its name- a query. We can build query either programmatically or by using lucene query syntax with QueryParser.

The simplest one is TermQuery, useful when we search for a simple value in certain field.
in query syntax: “fieldName:keywordSearch”

RangeQuery used when we need to search in certain range. in query syntax: “fieldName:[lowerValue TO upperValue]”. Use “[” for inclusive, otherwise use “{“.

PrefixQuery, used for search value which start with a string.
in query syntax: “fieldName:keywordSearch*”

BooleanQuery, used for combining queries. Equivalent with adding logical operator AND, OR, and NOT between queries. lucene use three static constants in class org.apache.lucene.search.BooleanClause.Occur for specifying this combination:

  • MUST which means an “and”. Query syntax: +
  • MUST_NOT, means “not”. Query syntax: –
  • SHOULD, means “or”. Query syntax:

It’s slightly different with common logical operator. In Lucene we combine queries as pair of operator-Query, not Query-operator-Query. for example, it is common to write :

not ( (Query1 and Query2) or Query3)

but in lucene, we write :

– ((+Query1 +Query2) Query3)

in lucene version earlier than 2.0.0, it uses method add(Query queryToAdd, boolean mandatory, boolean prohibited) we can translate this combination into:

mandatory prohibited equivalent constants
true true invalid combination
true false MUST(and)
false true MUST_NOT(not)
false false SHOULD(or)

PhraseQuery: this query is used to search with multiple words. The advantage over using multipe TermQuery is its feature of calculating the slop and distance factor for scoring (order of occurence, in simple words). String representation: “fieldName:\keyword1 keyword2 keyword3\~slopFactor”

WildcardQuery: use this query if you want to allow wildcard * and ? in your search keyword.

FuzzyQuery: This query allow us to search “similar” word. The similarity is calculated using Levehstein algorithm. in query syntax: “fieldName:~keywordSearch”

[3] QueryParser
This is an alternative way in constructing query by using QueryParser.parse(queryString) method. for example, we can construct a Prefix query by calling QueryParser.parse(“keyword*”) please consult docs/queryparsersyntax.html file in your distribution copy forsyntax reference.

[4] Hits
Hits is a container for search result storing score and pointer to the Lucene Document.