Posted by: semeru2007 on: January 14, 2010
Hafalan buat sabtu besok ^_____^
Bismillah..
Hal fahimtum?
Apakah kalian sudah faham?
Na’am, fahimna
Ya, kami faham
Maa fahimna
Kami tidak faham
Maa ma’na … ?
Apa arti … ?
Haadza bima’na …
Ini berarti …
Anaa sa aqraulakum
Saya akan bacakan kepada kalian
Wa antum tasma’uuna jayyid
Dan kalian dengarkan baik-baik
Istami’ tsumma karrir!
Dengarkanlah lalu ulangi
A ‘id karrir marratan tsaaniyah
Ulangilah sekali lagi
Posted by: semeru2007 on: August 20, 2009
dikutip utuh-utuh dari http://www.tompeters.com/blogs/freestuff/uploads/100Ways_1-50.pdf
100 WAYS TO SUCCEED #7:
IF NO “WOW,” NO GO!
Does “it” Pop?
Does “it” Sparkle?
Does “it” make you Grin?
Is “it” … WOW?
If “it” (grand or mundane) isnʼt WOW … re-do it! Or donʼt do it!
This is … Your Day.
Not “their” day.
This Day belongs … ULTIMATELY … to You.
Not “them.”
Cubicle slaves Unite!
Technicolor Titans rejoice!
Throw off the shackles of Conformity!
Just say/shout a throaty “No!” to Non-WOW!
So …
WOW!
Now!
(No bull. This is do-able.)
Posted by: semeru2007 on: June 1, 2009
penting - ga penting..
Almamater s1 saya, sesuai dengan tanggal lahir ibu saya..
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Maka setiap tahunnya pihak kampus hampir pasti mengadakan perhelatan untuk memperingati tanggal kelahiran ibu saya tersebut..
Tentunya saya ndak bakal memaksakan anak saya untuk kuliah di Universitas Sebelas Maret.. he he..
Salah satu keponakan saya dilahirkan pada tanggal sebelas maret, tahun 2007. Sama dengan ulang tahun saya. Pada saat itu direksi PT. Garuda Indonesia adalah Emirsyah Satar.
Per Januari 2009 resmi kantor tempat saya bekerja menjadi anak perusahaan Garuda Indonesia, sebelumnya berbentuk joint venture antara GA dan LHSystems. Nama keponakan saya, Emir Gibran Fadli.
Posted by: semeru2007 on: May 28, 2009
Bermohonlah kepada Dzat pemilik alam semesta. Rabb Ar-Rahmaan Ar-Rahiim..
Dzat yang segala perubahan bit di segala media simpan data digital yg pernah dan akan terjadi di muka bumi ini adalah atas pengetahuan dan izin-Nya
Dzat yang segala transfer bit antar segala media simpan data digital yg pernah
dan akan terjadi di muka bumi ini adalah atas pengetahuan dan izin-Nya
Dzat yang segala akses data yg pernah
dan akan terjadi di muka bumi ini adalah atas pengetahuan dan izin-Nya
Dzat yang segala transaksi ekonomi yg pernah dan akan terjadi di muka bumi ini adalah atas pengetahuan dan izin-Nya
Dzat yang segala replikasi tiap sel tubuh yg pernah dan akan terjadi di muka bumi ini adalah atas pengetahuan dan izin-Nya
Dzat yang segala kematian tiap sel tubuh yg pernah dan akan terjadi di muka bumi ini adalah atas pengetahuan dan izin-Nya
Dzat yang segala bentuk kontraksi otot tubuh yg pernah dan akan terjadi di muka bumi ini adalah atas pengetahuan dan izin-Nya
Dzat yang segala bentuk percikan pikiran yg pernah dan akan terjadi di muka bumi ini adalah atas pengetahuan dan izin-Nya
Dzat yang berkuasa atas segala hal yg pernah dan akan terjadi di semesta alam..
masa’ masih ga yakin juga sih..
Posted by: semeru2007 on: May 15, 2009
“kurang flexible, kurang fokus dan terlalu kurus” kata Mujoko. [Friday, May 15 2009 10:22 AM]
Posted by: semeru2007 on: April 29, 2009
Lanjutan dari posting sebelumnya
*Dengue Tak Selalu DBD*
PENYAKIT demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok tiap tahun. Dalam
kurun waktu lima tahun terakhir, penyakit ini berendemi cukup luas di hampir
seluruh daerah di Indonesia, khususnya di perkotaan.
Demam berdarah yang berkembang pesat di daerah tropis bisa menyerang siapa
saja.Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa menjadi korban. Data
Departemen Kesehatan menunjukkan, selama lima tahun terakhir, rata-rata tiap
tahun 61 ribu orang menjadi korban dan 800 orang di antaranya meninggal
dunia.
Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 17,73 persen dari jumlah kasus yang ada
adalah usia balita. Data terakhir yang cukup memprihatinkan diperoleh dari
Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yang menyebutkan hingga April 2007, jumlah
pasien demam berdarah sejak Januari 2007 mencapai 11.094 dengan angka
kematian 42 orang. Meningkat cukup signifikan dibandingkan data Januari 2007
yang mencapai 2.459 pasien, dengan korban kematian delapan orang.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Jakarta (IDAI Jaya) dr Badriul
Hegar SpA(K) mengatakan, demam merupakan gejala klinis yang sering membuat
orangtua cemas dan menginginkan keluhan terebut diatasi segera. Namun, tata
laksana demam pada anak tidak sama seperti orang dewasa. Karena itu,
diperlukan pemahaman penanganan demam tidak saja oleh para tenaga medis,
juga oleh orangtua.
Dia juga mengungkapkan keprihatinan dengan banyaknya kasus DBD di wilayah
DKI Jakarta hingga merenggut nyawa beberapa anak. Kasus demam berdarah
dengue tampaknya merupakan kasus yang dapat ditemui sepanjang tahun, dengan
manifestasi klinis yang tidak spesifik.
“Di satu pihak, kami tidak ingin terlambat memberikan pengobatan. Namun, di
lain pihak, kami juga tidak boleh memberikan tata laksana yang berlebihan.
Karena itu, diperlukan pemahaman dan kewaspadaan dalam menghadapi
kasus-kasus yang dicurigai demam berdarah,” ujar Badriul dalam pertemuan
ilmiah dengan topik “Tata Laksana Demam dan Demam Berdarah Dengue pada
Anak”.
Sementara itu, dr H Hindra Irawan SpA (K) MTrop Paed dari Departemen Ilmu
Kesehatan Anak FKUI-RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan, infeksi
virus dengue tidak selalu menyebabkan demam berdarah dengue. Bisa saja,
akibat dari infeksi virus tersebut hanya demam dengue. Sebab itu, perlu
dipahami perbedaan dari demam dengue dan demam berdarah dengue. Apa saja
perbedaannya?
Gejala yang dialami anak dengan demam dengue relatif lebih ringan
dibandingkan demam berdarah dengue. Meskipun anak terlihat kemerahan dan
lemas, tidak sampai terjadi pendarahan. “Sementara, jika sudah terjangkit
demam berdarah dengue, biasanya telah terjadi kebocoran pembuluh darah. Hal
ini dapat menyebabkan anak shock,” ujar Hindra.
Biasanya*, fase kritis untuk demam berdarah dengue dialami anak pada hari
keempat hingga kelima, dengan tubuh dingin. Padahal, pada hari pertama
hingga ketiga, anak mengalami demam tinggi. Pada fase kritis tersebut,
biasanya anak juga tidak mau bangun, tidur terus, tidak mau makan, serta
kaki dan tangan dingin disertai sakit perut.
*
“Jika gejala tersebut dialami anak, harus diwaspadai anak menderita demam
berdarah dengue,” papar Hindra, yang meraih gelar Master of Tropical
Paediatrics di University Liverpool, Inggris. Jika anak terbukti terjangkit
demam berdarah, yang harus dihindari ialah shock yang tidak teratasi dalam
satu jam, shock berulang, shock dengan pendarahan hebat, dan shock dengan
penyulit, seperti gagal napas, gagal jantung, gagal ginjal, kejang. Apabila
keadaan tersebut ditemukan pada anak, anak harus segera ditangani di ruang
intensive care unit (ICU).
*Langkah Tepat Tangani Demam*
Orangtua biasanya langsung memberikan obat penurun panas begitu anak mereka
demam. Ternyata cara ini tak selamanya diperlukan sepanjang suhu tubuh anak
tidak lebih dari 38ŗ Celsius dan anak masih terlihat ceria.
*Mengingat, demam diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh saat terjadi
infeksi. Pemberian **obat** penurun panas terlalu sering justru
dikhawatirkan bisa berdampak negatif. Menurut dr Alan Tumbelaka SpA(K),
salah satu jenis obat yang cukup lama digunakan dan relatif aman ialah
parasetamol.* Sementara, penggunaan beberapa obat antidemam lainnya, yakni
golongan asam asetilsalisilat (ASA) dan ibuprofen, perlu mendapat perhatian,
terutama pada keadaan tertentu.
“Pada dasarnya, penggunaan antidemam atau antipiretik pada anak harus
memperhatikan indikasi, kontraindikasi, dan toksisitas,” tandas Alan.
Sementara itu, Dr H Hindra Irawan SpA(K) MTrop Paed menegaskan, saat wabah
demam dengue, apabila anak menderita demam selama tiga hari berturut-turut
dengan suhu mendadak tinggi, nyeri otot, mata kemerahan, badan lemas,
diikuti gejala nyeri di ulu hati, anak harus diperiksakan ke dokter. Selain
itu, melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan infeksi dengue atau bukan.
“Bila diperlukan obat antidemam, parasetamol cukup aman diberikan untuk
demam dengue. *Hal ini harus diikuti dengan asupan cairan yang cukup*, yaitu
oralit, jus buah, susu, dan lain-lainnya,” tegas pria kelahiran Tokyo,10
Juni 1954,tersebut.
Sebuah riset independen terkini mengungkapkan bahwa konsumsi antidemam yang
mengandung asam asetilsalisila pada anak di wilayah perkotaan di Indonesia
masih cukup tinggi. WHO menyebutkan bahwa parasetamol merupakan
obatantidemam yang relatif aman digunakan pada demam dengue.
Sementara, asam asetilsalisilat atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
tidak dilanjutkan pada demam dengue. Menurut Hindra, *parasetamol dapat
diberikan kepada anak pada fase demam sebanyak 10 mg/kg/dosis selang empat
jam. Sementara itu, ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan
jumlah trombosit menurun dan merangsang lambung. *
(ririn sjafriani/SINDO/mbs)
Posted by: semeru2007 on: April 29, 2009
Maafkan atas format tulisan yg amburadul..
dikopi utuh dari milis sehat@yahoogroups
Tanya-Jawab tentang Demam Dengue
Apa yang dimaksud Demam Dengue?
Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk demam.
Kadang-kadang pasien yang menderita dengue akan mengalami perdarahan.
Daerah-daerah perdarahan yang umum terjadi adalah di hidung, gusi atau
kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam seperti kopi dan juga
tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya perdarahan pada pencernaan yang
serius. Pasien dengue yang disertai dengan perdarahan disebut
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah. Terkadang penderita
dengue akan mengalami shock; ini disebut DSS (Dengue Shock Syndrome).
Kapan kita mencurigai Dengue?
Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak.
Demam tinggi sekitar 103-105 ĀŗF atau 39-40 ĀŗC yang disertai sakit kepala
hebat
(umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak
merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan terjadi selama 5-7 hari.
Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari
berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda-tanda di atas terkadang tidak
timbul pada penderita. Pasien merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.
Ada bermacam tipe demam, kapan harus mencurigai Dengue?
Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di
belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Dari
tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena Dengue.
Rasa sangat nyeri pada sendi yang disebabkan oleh demam Dengue itulah yang
menjadikan alasan demam Dengue disebut juga Demam Patah-Tulang.
Bagaimana seseorang dapat terkena Demam Dengue?
Demam Dengue terjadi setelah seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti yang
terinfeksi. Nyamuk jenis ini mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan
kakinya yang mudah dikenal orang biasa. Nyamuk ini berkembang biak di air
yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 — 200 meter. Nyamuk
mendapatkan virus dengue setelah menggigit orang yang terinfeksi virus
dengue.
Dapatkah saya tertular demam dengue langsung dari orang lain?
Demam dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang. Demam dengue
hanya menular melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.
Kapan gejala dengue timbul setelah terkena infeksi?
Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, virus akan berkembang biak
(memperbanyak diri) di dalam kelenjar limfa. Gejala akan timbul setelah
virus memperbanyak diri. Hal ini terjadi sekitar 4-6 hari (rata-rata)
setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia.
Dapatkah seseorang menderita dengue tanpa gejala?
Dapat. Ada banyak orang yang terinfeksi oleh virus tetapi tidak menunjukkan
tanda atau gejala mengalami penyakit. Untuk setiap pasien yang mengalami
tanda dan gejala terinfeksi virus dengue, mungkin terdapat 4 — 5 orang
lain yang tidak mengalami, atau mengalami gejala yang ringan saja.
Bagaimana pengobatannya? Dapatkah disembuhkan?
*Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus untuk demam
dengue.* *Antibiotik tidak dapat membantu.* Paracetamol (yang dapat dibeli
tanpa resep) adalah obat pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit
sendi. Obat lain seperti *Aspirin dan Ibuprofen harus dihindari karena bisa
meningkatkan resiko perdarahan.* Dokter harus hati-hati ketika memberikan
resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus dihindari.
Dapatkah dengue menjadi berbahaya?
Infeksi dapat menjadi berbahaya jika mengakibatkan kerusakan pada dinding
pembuluh darah. Kerusakan dimulai dari meningkatnya permeabilitas dinding
pembuluh darah, yang mengakibatkan merembesnya cairan darah/ plasma menuju
berbagai organ, sampai dengan pecahnya pembuluh darah yang berakibat
timbulnya perdarahan. Tanda dan gejala Demam Dengue Berdarah dan Sindrom
Shock Dengue berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah dan kelainan fungsi
dari komponen pembeku dalam darah.
Dapatkah orang meninggal karena demam dengue?
Orang yang menderita demam dengue tidak punya resiko meninggal tetapi
beberapa dari demam ini yang telah berlanjut menjadi Demam Berdarah (DHF)
atau Shock (DSS) dapat mengakibatkan meninggal. Dengan penanganan yang baik
penderita DHF dan DSS bisa diatasi dan bisa disembuhkan. Penanganan yang
baik dan tepat waktu (dini) dapat menyelamatkan banyak jiwa.
*Kapan harusnya pasien demam Dengue pergi ke rumah sakit atau konsul ke
dokter?*
Umumnya perkembangan ke arah dengue hemorrhagic atau dengue shock syndrome
terjadi setelah *3-5 hari mengalami demam. Pada saat itu, biasanya demam
menurun*. Hal ini dapat mengecoh kita yang menyangka bahwa penyakit tersebut
menuju kesembuhan. Sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya yang
memerlukan kewaspadaan bagi petugas yang merawat.
Tanda dan gejala yang harus diperhatikan adalah sakit perut yang hebat,
muntah terus menerus, perdarahan di kulit yang tampak berupa bercak kecil
merah atau keunguan, hidung berdarah, gusi berdarah, tinja berwarna hitam
seperti arang. Bawa segera penderita ke rumah sakit jika ada *dua gejala
utama di atas yaitu nyeri di dalam perut dan adanya muntah-muntah yang
berkepanjangan*. Biasanya akan terlambat jika kita menunggu sampai terjadi
perdarahan. Jenis dengue yang paling berbahaya adalah sindrom DSS (Dengue
Shock Syndrome). Tanda tandanya adalah rasa sangat haus, kulit pucat dan
dingin (karena tekanan darah sangat rendah), gelisah dan lemah.
Apakah ada vaksin untuk mencegah demam dengue?
Sejenis vaksin telah dibuat untuk mencegah demam dengue tetapi masih dalam
tahap uji coba. Saat ini belum dipasarkan. Kemajuan teknologi akan membantu
mencegah demam dengue dengan vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan.
Apakah ada efek jangka panjang dari demam dengue?
Kebanyakan penderita demam dengue sembuh dalam waktu 1-2 minggu.
Sebagian penderita akan merasa lelah untuk beberapa minggu. Namun, jika
gejala masih menetap setelah masa tersebut, agar menghubungi dokter.
Dimana biasanya nyamuk penyebar dengue hidup?
Kebanyakan nyamuk Aedes aegypti hidup *di dalam rumah, di kloset, dan di
tempat-tempat yang gelap.* Di luar rumah nyamuk tersebut akan hidup di
tempat yang dingin dan terlindung matahari. Nyamuk betina akan bertelur di
dalam air yang tergenang di dalam dan sekitar rumah dan daerah pemukiman
lain. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva dan kemudian berubah
menjadi bentuk dewasa dalam 10 hari.
Bagaimana mengurangi berkembang biaknya nyamuk?
Nyamuk dengue berkembang biak dalam air yang tergenang dan terbuka.
Tempat yang cocok untuk berkembang biak adalah tong, drum, pot, baskom,
ember, vas bunga, batang/daun tanaman, bekas piring, tangki, botol buangan,
kaleng, ban bekas, air pendingin, dll. Mencegah nyamuk agar tidak berkembang
biak, alirkan air keluar dari penampung AC window, bak air, tong, dll. Buang
semua benda-benda yang dapat menampung air (seperti bekas tanaman, dll) dari
rumah dansekitarnya. Kumpulkan dan hancurkan benda-benda yang dapat
menampung air seperti botol-botol, tempat plastik, kaleng, ban bekas, dll.
Jika tidak mungkin membuang air atau tidak dapat menutupnya dengan sempurna,
gunakan TEMEPHOS, sejenis insektisida, (dengan merek dagang Abate) 1 ppm
(persejuta bagian) sesuai petunjuk setempat untuk mencegah larva berkembang
menjadi dewasa.
Bagaimana mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dengue?
Kita tidak bisa membedakan apakah nyamuk itu mengandung virus dengue atau
tidak. Karena itu setiap orang harus melindungi dirinya dari gigitan nyamuk.
*Nyamuk dengue menggigit manusia pada siang hari. *
Keseringannya adalah pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum
matahari terbenam.
Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar tidak digigit nyamuk.
Oleskan anti gigitan nyamuk — hati-hati menggunakannya pada anak-anak dan
orang tua. Alat-alat lainnya seperti coils, alas berlistrik pengusir nyamuk
juga dapat digunakan pada siang hari. Gunakan kelambu untuk melindungi
anak-anak, orang tua dan yang tidur di siang hari. Manfaat kelambu dapat
ditingkatkan dengan memberi insektisida pyrethroid (permethrin). Kelambu
seperti ini banyak digunakan dalam pencegahan penyakit malaria.
*Adakah nasihat bagi penderita demam dengue untuk mencegah penyebaran kepada
orang lain?*
Penyebaran dengue dapat terjadi dari pasien ke orang lain melalui gigitan
nyamuk. Pasien harus dilindungi dari gigitan nyamuk. Ini dapat dilakukan
dengan melindungi pasien menggunakan kelambu. Anti gigitan nyamuk
(repellents) yang efektif dapat mencegah pasien digigit nyamuk sehingga
nyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit ke orang lain.
Apakah yang harus dilakukan dokter untuk menangani dengue?
Pasien yang diduga terkena demam dengue berdarah atau dengue shock syndrome
harus segera dirawat di rumah sakit, jangan ditunda.
Apakah yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dengue?
Sebenarnya, masyarakatlah adalah kunci dalam pencegahan Dengue. Sebagaimana
disebutkan di atas, pencegahan dengue sangat ditentukan oleh mencegah nyamuk
Aedes aegypti menyebarkan dengue dari tempat berkembang biak di dalam dan di
sekitar rumah. Setiap rumah dapat melakukan pencegahan dengan cara sangat
sederhana yaitu mencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat
berkembang biak Aedes aegypti dengan mengalirkan air keluar dari berbagai
wadah, dengan secara teratur mengganti air dan membersihkan vase bunga dan
benda-benda lainnya, atau benda yang tak berguna dihancurkan/dibuang
jauh-jauh. Karena nyamuk tidak dapat terbang jauh, �pembersihan rumah�
oleh semua anggota masyarakat akan meniadakan tempat berkembang biak nyamuk,
sehingga mencegah terjadinya dengue.
Strategi utama dalam mencegah dan mengendalikan dengue adalah meniadakan
sumbernya? atau meniadakan tempat berkembang biak nyamuk.
Dalam keadaan terjadi ledakan atau epidemi dengue, apa siasat kita?
Pencegahan tempat bersarangnya nyamuk tetap merupakan keutamaan.
Namun untuk menghentikan atau memperlambat terjadinya penyebaran dapat
dibantu dengan thermal fogging menggunakan mesin semprot (fogging).
Dalam fogging kita dapat menggunakan insektisida yang mampu segera membunuh
nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan setelah terjadinya epidemi, kegiatan
ini sudah terlambat. Fogging akan efektif jika dilakukan setiap 3- 4 hari.
Ini mahal dan memakan waktu banyak. Karena itu upaya yang dilakukan oleh
masyarakat, untuk masyarakat, untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk akan
jauh lebih murah dan efektif dari pada pemberantasan nyamuk (fogging)
sewaktu timbul ledakan.
Posted by: semeru2007 on: March 17, 2009
sumber: http://web.bisnis.com/kolom/2id2058.html
oleh : Anthony Dio Martin
Managing Director HR Excellency
“Success comes from taking the initiative and following up… persisting… eloquently expressing the depth of your love. What simple action could you take today to produce a new momentum toward success in your life?” Anthony Robbins
Sering kali kita mendengar kata inisiatif. Bahkan mungkin saja setiap dari kita sudah sering mendengarnya saat kita masih kecil atau saat kita mulai bersekolah. Ketika kita kuliah ataupun saat mengikuti kegiatan organisasi, hingga saat sekarang ini, di mana kita bekerja atau melakukan bisnis, kata ini kerapkali terdengar.
Orang-orang di sekitar kita pun sering mengatakan, “Kalau mau sukses dan berhasil, intinya mesti dimulai dari inisiatif!”. Bahkan seorang motivator kelas dunia seperti Anthony Robbins pun mengatakan bahwa kesuksesan itu datangnya dari inisiatif.
Saya pun teringat dengan sebuah cerita yang pernah diceritakan oleh teman saya. Alkisah ada seseorang yang bekerja kepada seorang bangsawan di Eropa. Suatu ketika, istri bangsawan itu memanggil seorang pekerjanya untuk diajak berbicara.
“Andrew, berapa lama Anda sudah tinggal dan bekerja bersama kami?”, tanya istri bangsawan itu.
“Kira-kira sekitar dua puluh lima tahun, Nyonya” jawab Andrew. “Oiya, saya ingat kalau engkau dipekerjakan untuk memelihara satu-satunya kuda perang waktu itu,” kata sang Nyonya.
“Benar sekali, Nyonya,” jawab Andrew.
“Andrew, kuda itu sudah mati sepuluh tahun yang lalu”, ujar sang Nyonya kepada Andrew. “Benar sekali, Nyonya.” Jawab Andrew. “Jadi, apakah yang harus saya lakukan sekarang?”, lanjutnya.
Hey! Jangan-jangan kita sama seperti Andrew.
Banyak orang tidak memiliki inisiatif dan menunggu selama bertahun-tahun agar orang lain memberitahukan kepadanya apa yang seharusnya dia lakukan, sehingga segala kesuksesan, keberhasilan, prestasi serta pencapaian-pencapaian yang harusnya telah kita raih tidaklah kita dapatkan dikarenakan kurangnya inisiatif dari kita.
4 Kategori pribadi berdasarkan inisiatifnya
Secara pribadi, saya ingin membagi empat kategori orang berdasarkan tingkatan inisiatifnya. Keempat kategori itu adalah:
Orang tipe pertama, orang-orang yang tidak pernah melakukan hal yang benar, tidak peduli apa pun yang dikatakan kepadanya. Orang yang termasuk dalam kategori pertama ini sering kali menjadi sumber masalah baik di dalam pekerjaan maupun dalam hubungan interaksinya.
Selain cuek, yang memperparah mereka adalah meskipun sudah diberitahukan hal yang benar, mereka tidak dapat mengerjakan sesuatunya dengan benar.
Namun, ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi.
Bahkan, kita tidak perlu ‘menyepak’ orangorang ini dari organisasi kita. Saya pun teringat pepatah dari novelis, Robert A. Heinlein yang pernah mengatakan, “A society that gets rid of all its troublemakers goes downhill.” Ya, organisasi yang mengeluarkan para troublemaker-nya, malahan akan terpuruk. Saat ini, di tempat di mana kita menjadi sang pemimpin, mungkin saja ada orang-orang yang masuk dalam kategori ini.
Langkah terbaik yang harus kita lakukan bukanlah secara langsung dengan menghindari orang tersebut, tetapi mulailah dengan mengajak orang tersebut dalam proses coaching atau counseling. Mungkin saja ada pengalamanpengalaman masa lalu yang menyebabkan dirinya menjadi seperti itu. Ketika bisa diperbaiki, orang ini bisa jadi justru menjadi aset yang berharga.
Orang tipe kedua, orang-orang yang melakukan hal benar setelah diberitahukan lebih dari satu kali. Dibandingkan dengan tipe pertama, maka orang yang masuk dalam kategori ini tentunya lebih baik.
Jika dalam tim terdapat orang seperti ini, hal yang perlu dilakukan adalah sedikit bersabar.
Mungkin juga sebagai pemimpin, kita tidak memberikan arahan yang cukup jelas. Janganlah langsung menyalahkan mereka.
Orang tipe ketiga, orang-orang yang melakukan hal yang benar saat diberitahukan sekali. Rata-rata sebagian besar orang-orang di dalam tim biasanya masuk dalam kategori ini. Orang dalam kategori ini merupakan kelompok terbesar, sehingga kelompok ini dapat disebut sebagai kelompok standar (rata-rata).
Jika saat ini Anda mau menjadi orang luar biasa, maka perlu bergerak dari kelompok ini menjadi pribadi yang masuk ke orang dalam kategori keempat.
Orang tipe keempat, orang-orang yang melakukan hal benar tanpa harus diberitahukan. Inilah yang dikategorikan sebagai orang yang memiliki inisiatif. Untuk belajar tentang inisiatif, saya jadi teringat pada masa kecil saya di mana saya suka sekali mengamati kegiatan yang dilakukan oleh semut.
Semut-semut, meskipun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, atau penguasanya, mereka mengumpulkan makanan pada waktu musim panas. Setiap kali ada kesempatan, mereka selalu mengumpulkan makanan dan selalu bekerja sama dalam mengumpulkannya.
Semuanya tampak terjadi, tanpa ada yang mengomando. Nah, jika semut saja bisa, harusnya setiap kita pun mampu melakukannya.
Jadi, kita bisa simpulkan bahwa salah satu rahasia besar untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dan berhasil, adalah kemauan untuk mengambil berbagai inisiatif. Untuk itu, janganlah memiliki sikap hanya menunggu bola datang menghampiri, tetapi yang harus dilakukan adalah menjemput bola kemudian cetaklah gol dalam kehidupan. Ini khususnya berlaku dalam bidangbidang sales ataupun bisnis kepada customer.
Namun, dalam banyak pembicaraan, saya sering menemukan sekali orang yang hanya terus menunggu datangnya kesempatan.
Mereka terus berharap akan adanya peluang yang datang menghampiri hidup mereka.
Tentunya sampai beberapa tahun pun mereka akan tetap didapati sebagai orang yang dalam posisi yang sama. Alihalih menunggu datangnya kesempatan dan peluang dalam hidup kita, lebih baik kita mempersiapkan hidup kita saat ini dengan terus mengasah skill dan kemampuan, membangun networking, dll.
Pastikan pada saatnya kesempatan itu datang, Anda sudah siap! Saya pun jadi teringat oleh sebuah pepatah yang pernah disampaikan oleh sahabat saya, “Janganlah berdoa supaya kesempatan datang, tetapi berdoalah supaya Anda siap saat kesempatan datang!” Mungkin Anda pernah mengalami saat-saat dimana kesempatan datang, tetapi Anda justru belum siap. Betapa sayangnya! Maka, mulai saat ini mari berjanjilah untuk menjadi pribadi yang berinisiatif serta mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga saat peluang ada di depan mata, Anda dapat meraihnya sehingga mampu menggenggam sukses dan keberhasilan Anda
Posted by: semeru2007 on: March 17, 2009
Dapet dari milis indoWLI. Disclaimer: saya belum punya anak
Dalam suatu rehat dalam acara training, seorang ibu
mendatangi saya untuk berkonsultasi ria. Dengan wajah penuh harap jawaban yang
terbaik beliau menanyakan tentang perilaku anaknya.
Ibu : Pak iwan, saya sedih melihat anak saya, padahal sudah SMA, tapi kok
sepertinya dia cuek banget yah terhadap masa depannya. Seperti gak punya impian gitu. Kalau ditanya nanti kalau sudah lulus mau jadi
apa, malah diam doang atau kalau jawab selalu bilangnya liat nanti saja. Pusing saya liat kelakuannya.
IK : Hmm, ibu. Saya boleh tahu apa yang biasanya ibu lakukan supaya anak
ibu mau belajar?
Ibu : Itu dia pak, dia itu kalau gak diancam atau dimarahin gak mau belajar
pak. Pusing saya dibuatnya. Walau udah ditulis di kamarnya daftar hukuman kalau
tidak belajar, tetep ajaanak saya itu belum mau belajar kalau belum papanya
marah pak.
IK : Oh begitu. Maaf bu, seberapa sering ibu memberikan hadiah kalau anak ibu
rajin belajar?
sang ibu pun tiba-tiba terdiam mencoba mengingat-ingat.
Ibu : Terakhir saya memberi hadiah, ketika dia lulus SMP pak, saya ajak dia
jalan-jalan ke puncak. Senangnya bukan main. Tapi emang sih udah lama sekali
IK : oh sepertinya saya mengerti bu mengapa anak ibu kurang bergairah
menatap masa depan. Dia cuma butuh perhatian dan reward saja kok
sebulan setelah kejadian itu, alhamdulillah saya mendapat kabar baik tentang anaknya tersebut.
***********
Sahabat, tanpa kita sadari, kita seringkali memberikan punishment terlalu
banyak kepada anak, bawahan, bahkan mitra kerja kita. Mungkin kita menganggap hal tersebut
adalah hal yang biasa saja. Akan tetapi kalau kita coba renungkan sejenak,
bukankah ketika hal tersebut dilakukan
berulang-ulang, secara subconscious sebenarnya kita telah memprogram sumber
motivasi (metaprogram) kepada mereka. Tepatnya metaprogram away from (menjauh).
Loh kok begitu?
Punishment sekali atau dua kali mungkin tidak jadi soal. Akan tetapi ketika punishment
sering kita lakukan kepada seseorang berulang-ulang
maka tanpa disadari mind set mereka perlahan demi perlahan mulai terbentuk
bahwasanya kalau ingin bertindak/bekerja perlu adanya ancaman/punishment terlebih
dahulu. Kalau tidak ada ancaman berarti tidak bekerja.Waduh, kalau sudah
begini, hal yang awalnya kedengarannya simple dan sepele malah bisa menjadi
runyam kan?
Coba bagaimana ketika hal ini terjadi pada orang tua kepada
anaknya. Tanpa mereka sadari ternyata mereka telah memprogram anaknya supaya
anaknya menjadi penakut dan memiliki sumber motivasi menjauh. Bahanyanya
adalah, sang anak ini nantinya harus memerlukan sesuatu hal yang membuat dia
merasa terancam(butuh punishment), supaya dia mau maju. Kalau dia masih
merasa nyaman-nyaman saja dan tidak merasa terancam, alhasil dia merasa tidak
perlu untuk berkembang, toh tidak ada yang harus dijauhi. Mungkin inilah yang
terjadi pada diri sang anak yang ditanyakan ibunya kepada saya. Ketika sering
kali dia mendapatkan hukuman untuk belajar, malah menutup daya imajinasi sang
anak yang mengakibatkan seolah-olah hidup adalah menunggu perintah dan menunggu
datangnya ancaman.
Sebaliknya pada kasus yang berbeda, dimana pemberian pemacu, hadiah atau
iming-iming lainnya(reward) lebih diutamakan supaya mereka mau melakukan
tindakan, biasanya mereka yang seperti ini lebih berkembang daya imaginatif dan
kreasi nya. karena mereka selalu berusaha mencari cara supaya sang pemacu
tersebut berhasil didapatkan. Ketika hal ini terus berulang maka di dalam
mindset mereka lambat laun muncullah sumber motivasi/metaprogram mendekat (toward). Dimana Mereka berusaha untuk mendekati
sumber motivasi mereka. Akan tetapi mereka yang memiliki sumber motivasi toward
ini biasanya sedikit kebingungan ketika dia ada reward. Ketika tidak
reward mau tidak mau dia harus mencari sumber reward sendiri supaya
tetap maju.
Pemberian punishment saja atau pemberian reward saja tentu bukanlah suatu hal
yang bijaksana. Karena ketika seseorang terlalu away from nantinya mereka akan
kesulitan untuk maju dan menggapai impiannya. Sedangkan kalau terlalu toward
pun juga menjadi masalah, terlebih ketika kondisi tidak memungkinkan tidak ada
reward. Atau ketika berusaha menggapai reward tersebut yang akhirnya
tersibukkan dengan proses mencapai dan melupakan resiko-resiko yang ada.
Oleh karenanya, memang sebaiknya punishment dan reward
hendaklah diberikan secara seimbang. Selain nantinya seseorang bisa memiliki
motivasi yang menjauh dan mendekat yang seimbang, juga menjadikan punishment dan reward tersebut sebagai pembanding mereka
untuk menjadi lebih baik.
semoga bermanfaat
salam berbagi
A.Setiawan
Mindset Programmer
Certified NLP
Int’l Master Pract
Posted by: semeru2007 on: February 26, 2009
Ko-pas dari milis cfbe. Meskipun saya tidak 100% sepakat dengan poin2 di ulasan beliau (gara2 masih kurang ilmu kali ya
), namun saya sangat sepakat dengan alasan beliau mengapa golput bukan pilihan masuk akal bagi umat Islam saat ini.
Demokrasi Haram? Golput Wajib? Dari Mana Ide Ini?
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Pada hari minggu kemarin, saya bertemu dengan Prof. Dr. Ali Mustafa
Yaqub, Imam Besar Masjid Istiqlal dan Wakil Ketua Komisi Fatwa di
Majelis Ulama Indonesia.
Pada kesempatan itu, saya penasaran untuk bertanya tentang demokrasi
dan anjuran golput karena sudah berkali-kali ada orang yang berkomentar
di blog saya atau kirim email yang menyatakan bahwa demokrasi itu haram
hukumnya dan ummat Islam diwajibkan golput. Saya minta pendapat Dr. Ali
Mustafa karena saya ingin memahami perkara ini lebih dalam.
Berikut ini, saya akan coba menjelaskan kembali semua yang disampaikan Dr. Ali Mustafa dalam dialog kami pada malam itu.
Kesimpulan dari diskusi kami adalah: pendapat bahwa Islam bertentangan
dengan demokrasi sehingga haram untuk diikuti tidak ada landasan dalam
ajaran Islam.
Dr. Ali Mustafa juga berpendapat bahwa opini ini berasal dari
musuh-musuhnya Islam, termusuk kaum Zionis. Mereka sangat inginkan agar
ummat Islam tinggalkan demokrasi sehingga bisa dipecah-belahkan dan
menjadi lemah.
Dr. Ali Mustafa bertanya, “Apa yang akan terjadi di negara seperti
Indonesia kalau semua orang Muslim menjadi golput dan tinggalkan
demokrasi? Yang jelas, kita sangat mungkin mendapatkan Presiden dan
Wapres yang non-Muslim!” Dan mereka akan diakui oleh dunia sebagai
pemimpin yang sah karena mereka mendapatkan hak berkuasa lewat pemilu!
Kejadian seperti itu akan merupakan suatu kemenangan yang besar bagi
kaum non-Muslim, terutama missionaris yang ingin mengubah Indonesia
menjadi negara Kristen.
Kemudian, Dr. Ali Mustafa menjelaskan ada 3 kelompok orang yang mendukung sikap golput:
1. Skeptis: dia tidak yakin negara ini bisa diperbaiki jadi dia tidak mau terlibat dalam prosesnya
2. Kecewa: dia sudah merasa kegagalan “demokrasi” selama puluhan tahun
di Indonesia (di bawah Soeharto) dan karena itu dia tidak mau terlibat
lagi dengan pemerintahan manapun.
3. Ideologi (kelompok ini dipecah lagi):
a. Ideologi Islam
b. Ideologi Sekuler
Insya Allah 1 dan 2 sudah jelas.
Untuk 3A, yaitu Ideologi Islam, mereka anggap bahwa Indonesia harus
berubah menjadi negara Islam yang berdasarkan hukum syariah saja.
Karena tidak demikian pada saat ini, maka dianggap demokrasi haram dan
ummat Islam harus golput.
Menurut Dr Ali Mustafa, kalau kita ikuti anjuran orang ini, maka orang
kafir bisa menjadi kaum yang paling berkuasa di sini, dan ummat Islam
harus nurut dengan hukum yang mereka buat. Pendapat ini bahwa demokrasi
haram untuk orang Muslim berasal dari “aktor intelektual” dan mungkin
juga dari kaum Zionis, katanya. Mereka inginkan agar ummat Islam
menjadi lemah, dipecah-belahkan, dan kaum non-Muslim bisa berkuasa di
atasnya.
Untuk pendapat 3B, yaitu Ideologi Sekuler, mereka anggap bahwa tidak
ada kandidat yang 100% sekuler, jadi karena itu mereka memilih untuk
tidak dukung semua. Mereka merasa bahwa Indonesia sudah terlalu
islamiah, dan mereka inginkan negara yang 100% sekuler seperti negara
barat, dan tidak boleh lagi ada hukum syariah di Aceh, Perda Syariah,
UU Zakat, UU Pernikahan (yang islamiah), UU Wakaf, obligasi syariah (di
bidang keuangan), UU Syariah Banking, dan sebagainya. Mereka anggap
bahwa hukum-hukum seperti ini melanggar asas sekuler negara yang mereka
harapkan, dan selama tidak bisa dihapus, mereka tidak anggap Indonesia
sebagai negara sekluer yang sesungguhnya, dan karena itu demokrasi di
sini harus ditinggalkan, alias mereka mau golput. Tidak ada kandidat
yang layak dipilih karena tidak ada kandidat yang janji untuk menghapus
semua UU tersebut dan mengubah Indonesia menjadi negara sekuler yang
bersih dari UU yang islamiah.
Saya bertanya lebih dalam tentang pendapat 3A, yaitu Ideologi Islam.
Saya ingin lebih paham kenapa ada begitu banyak orang Muslim yang
anti-demokrasi. Dr. Ali Mustafa menjelaskan, ada 4 jenis hukum di dalam
Islam:
1. Ibadah (shalat, haji, dll.)
2. Muamalah (kegiatan yang dilakukan antara manusia, jual-beli, sewa-menyewa, dll.)
3. Munakahat (hukum perkawinan, warisan, wakaf, dll.)
4. Jinayah (hukum kriminal, atau hukum syariah)
Dari 4 jenis hukum ini, 3 yang pertama sudah diaplikasi di dalam negara
Indonesia. Jadi, sebenarnya, Indonesia sudah 75% menjadi negara Islam.
Hanya yang ke-4 yang belum diaplikasi secara mutlak. Lalu, Dr. Ali
Mustafa menjelaskan bahwa apa yang kita pahami sebagai demokrasi
(rakyat bisa memilih pemimpin sendiri) tidak masuk ke bagian Ibadah.
Sedangkan dalam hukum fiqih, kita wajib mengikuti contoh dari
Rasulullah SAW dalam urusan Ibadah karena yang lain dari contoh Nabi
SAW adalah haram. Sedangkan dalam semua urusan yang lain, apa yang kita
kerjakan berstatus halal, selama tidak ada alasan yang jelas untuk
membuatnya haram.
Urusan dunia diserahkan kepada kita untuk memutuskan lewat musyawarah
(saling berdiskusi dan berkonsultasi). Kalau ada suatu contoh atau
tindakan dari Nabi SAW, yang bukan ibadah, kita boleh aplikasikan dan
juga boleh membentuk cara yang baru. Untuk semua urusan baru itu,
selama tidak berhubungan dengan ibadah, dan tidak ada alasan untuk
mengharamkan, maka kita bebas membentuk tindakan dan cara kerja yang
baru yang sesuai dengan kebutuhan kita di dunia ini.
Saya bertanya tentang system Khilafa yang ada di zaman Nabi SAW dan
bertanya apakah kita wajib menerapkan sistem yang sama karena kita akan
berdosa kalau tidak “mengikuti Nabi SAW”. Dr. Ali Mustafa menjelaskan
bahwa kita tidak wajib menggunakan sistem yang sama (artinya, boleh
dipakai dan tidak dilarang, tetapi juga tidak wajib bagi kita) karena
hal ini bukan termasuk urusan hukum ibadah. Oleh karena itu, Nabi SAW
sendiri memberikan izin kepada ummatnya untuk mengatur urusan dunia
dengan ilmu yang kita miliki, tanpa membatasi kreativitas kita untuk
menciptakan sistem dan cara kerja yang baru.
Tetapi kalau ada orang yang hanya inginkan Khilafa, dan karena belum
bisa mendapatkannya dia golput saja dulu, maka, menurut Dr. Ali Mustafa
Yaqub, hal itu berarti dia justru “membantu” musuh-musuh Islam dalam
keinginan mereka untuk berkuasa di atas ummat Islam. Kita boleh saja
membahas sistem khilafa kalau kita semua menginginkannya, tetapi tidak
jelas bagaimana kita bisa pindah dari sistem demokrasi yang sudah
mengakar pada sistem khilafa. Dan apa yang akan dilakukan kepada semua
warga negara non-Muslim yang tiba-tiba dipaksakan terima sistem khilafa
padahal mereka inginkan demokrasi terus? Kalau hal seperti itu terjadi,
mungkin akan ada perang sipil di sini, dengan orang non-Muslim dibantu
oleh negara-negara barat untuk mengembalikan demokrasi di sini. Jadi,
yang akan dihasilkan malah perang sipil (barangkali) bukan kejayaan
bagi ummat Islam dan bangsa Indonesia.
Kata Dr. Ali Mustafa, di zaman Nabi SAW, wilayah kekuasaan Nabi SAW
disebut “Jazirah Arab” sebagai nama suatu wilayah spesifik, dan itu
tidak berbeda dengan wilayah yang bernama “Indonesia”. Jadi, kekuasaan
kita di dalam wilayah Indonesia tidak berbeda dengan kekuasaan Nabi SAW
di dalam Jazirah Arab. Oleh karena itu, di dalam wilayah Indonesia ini,
kita bisa menerapkan sistem pemerintahan mana saja yang kita inginkan.
Dan kalau rakyat mendukung demokrasi, dan bangsa bisa maju dan diterima
oleh semua negara lain, maka tidak ada alasan untuk mengharamkan
demokrasi. Dan karena itu, tidak ada alasan untuk memilih golput. Kalau
kita masih mau golput saja, tanpa berfikir tentang dampaknya, jangan
heran kalau pada akhir tahun ini Presiden, Wapres dan semua Menteri
adalah orang non-Muslim!
Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang membutuhkannya.
Kalau mau berbeda pendapat, silahkan.
Mohon maaf bila ada kesalahan atau kekurangan.
Wallahu a’lam bish-shawab,
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Recent Comments